Announcement

Collapse
No announcement yet.

Pilih Sumba atau Maldives?

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Pilih Sumba atau Maldives?



    Pilih Sumba atau Maldives?

    Hi Serbaholic,

    Pernah gak si kalian merasakan penat akibat dari deadline pekerjaan yang menumpuk, tugas kuliah yang sangat membuat pusing, dan juga keadaaan di sekitar tempat tinggal kita yang sangat membosankan. Hayo, siapa yang pernah ngerasain?

    Hmm coba deh bayangin seandainya kamu sekarang berada di sebuah lautan yang indah banget dan sepi. Wooo, membayangkannya aja udah bikin ngerasa fresh gimana gitu hehe, apa lagi benar-benar kesana? Hmmmmmm.

    Kalau bicara soal destinasi jalan-jalan, akhir-akhir ini nama Maldives kian sering jadi tujuan utama untuk menikmati waktu liburan. Pesona pantai dan lautnya yang cantik serta resort yang mewah di sana jadi daya tarik utama.

    Eitsss tapi Serbaholic, jangan lupa kalau kita tinggal di negeri yang begitu kaya dan indah akan pemandangan alam dan lautan yang luas. Beragam tempat pelarian dari semua penatmu tersedia di negeri kita ini, loh.

    Bicara soal keindahan alam, Indonesia timur punya banyak destinasi yang epik. Salah satunya jelas Sumba. Kata siapa Sumba cuma punya sabana dan stepa saja? Pulau kecil di wilayah timur Indonesia ini menyimpan berbagai pesona yang sayang banget kamu lewatkan begitu saja. Di simak baik-baik yah guys, hehe.

    1. Suka Maldives karena pantai dan lautnya yang luar biasa?
    Sumba juga punya banyak destinasi main air yang gak kalah. Maldives punya laut yang cantik nan eksotis? Sumba pun gak kalah. Kamu bisa ke Pantai Mandorak, yang masih semi perawan dan digunakan sebagai pelabuhan perahu nelayan. Airnya pun jernih dan pasirnya memanjakan kaki. Kalau mau liburan ala private beach, kamu ke Pantai Nihiwatu. Fasilitasnya cocok banget untuk liburan bareng keluarga.

    Ada juga pantai Ratenggaro, pantai yang menyatu dengan kearifan lokal. Tak jauh dari pantai ini kamu akan melihat atap-atap rumah tradisional Sumba yang membumbung tinggi. Keren banget! Gak kalah deh sama pantai-pantai di luar negeri!

    2. Gak Cuma Laut, ada juga air terjun Tanggedu. Yang berbatu dan biru.
    Selain laut, kamu yang suka main air bisa ke Air terjun Tanggedu. Berjarak sekitar 46 dari kota Waingapu, kamu bisa nemuin pesona air terjun yang dihiasi dengan bebatuan dan tebing. Harta karun Sumba Timur ini belum banyak dijamah wisatawan loh. Keren banget buat diabadikan dengan foto-foto instagram!

    3. Di Sumba ada padang Sabana yang epik loh. Gak bakal rugi kamu menjelajahinya.
    Selama ini Sumba memang terkenal dengan padang rumput yang indah nian. Gak bohong sih, karena keindahan deretan padang rumbut Sumba ini bukan isapan jempol semata. Kamu yang suka warna-warna hijau ini, jangan lupa mengunjungi padang rumput cantik di Puru Kambera dan Wairinding. Dijamin puas! Kalau gak percaya, tanya sama Dian Sastro yang sudah meng-unbox Sumba deh hihi.

    4. Utheemu Ganduvaru tempat tinggal Sultan di Maldives apik sih. Tapi di Sumba ada Desa Adat Rende yang gak kalah megahnya!
    Bagi pecinta wisata sejarah, di Maldives kamu bisa dimanjakan dengan Utheemu Ganduvaru yang merupakan tempat tinggal sultan. Di Sumba, banyak juga spot sejarah dan lokal yang bisa kamu nikmati, salah satunya adalah Desa Adat Rende. Kayak Dian Sastro, kamu bisa melihat dan belajar langsung tentang kehidupan masyarakat lokal yang masih memegang teguh budaya nenek moyang.

    Gak hanya itu kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan mereka. Langka banget nih, karena kekayaan Indonesia gak hanya alam loh, tapi juga keragaman budaya. Pastinya banyak yang bisa kamu dapatkan. Terutama kamu yang mengangggap traveling bukan sekadar foto-foto dan beli oleh-oleh doang.

    5. Kalau mau bawa pulang oleh-oleh yang kelasnya Internasional. Sumba punya Tenun yang oke punya. Gak kalah prestis dari oleh-oleh khas Maladewa.

    Gak lengkap tentu traveling tanpa oleh-oleh. Di Maldives, kamu bisa belanja oleh-oleh khas yaitu berbagai makanan dan hasil kerajinan tangan di salah satu pusat perbelanjaan, misalnya Majeedhee Magu. Kalau di Sumba, kamu bisa pergi ke Kampung Kapuru di Sumba Timur adalah salah satu desa pengrajin tenun yang masih aktif.

    Di sini kamu gak hanya bisa membeli kain tenun khas Sumba yang sudah terkenal di dunia, loh. Tapi kamu juga bisa melihat langsung proses pembuatannya yang masih serba manual. Gak heran kalau harganya lumayan tinggi, karena dalam setahun warga hanya membuat beberapa kain tenun ikat. Kebayang gak tuh gimana sulitnya?

    6. Nah festival yang ada di Sumba juga cakep abis. Kamu nggak akan nyesel kalau nonton deh!
    Sebuah daerah wisata tentu akan lengkap dengan festival lokal yang unik. Nah, Sumba juga punya. Di bulan Februari atau Maret, penduduk sumba akan mengadakan festival menyambut masa panen dan tanam. Momen ini dirayakan dengan festival menunggang kuda dan menyerang lawan menggunakan lembing. Bahkan sampai berdarah-darah.

    Agak ngeri sih, tapi epic! Dan tentunya festival ini punya nilai filosofi yang tinggi. Selain itu, 2-3 hari sebelum festival ini digelar, ada juga tradisi Nyale, yaitu mencari cacing laut. Kabar baiknya, warga sekitar gak keberatan memberikan tempat menginap bagi kamu yang kepengen menyaksikan festival ini.
Working...
X